{"id":101503,"date":"2025-07-09T14:00:21","date_gmt":"2025-07-09T07:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/wisewebster.com\/?p=101503"},"modified":"2025-06-25T12:28:33","modified_gmt":"2025-06-25T05:28:33","slug":"follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/","title":{"rendered":"Follow Up Itu Apa dan Cara Melakukannya dengan Benar"},"content":{"rendered":"<p>WiseSob pernah nggak, kirim pesan penting ke teman, klien, atau rekan kerja tapi nggak dibales-bales? Padahal kamu udah nungguin dengan harap-harap cemas. Nah, di sinilah pentingnya follow up. Tapi, follow up itu apa sebenarnya? Singkatnya, follow up adalah tindak lanjut dalam komunikasi untuk memastikan sesuatu berjalan sebagaimana mestinya\u2014baik dalam konteks profesional maupun personal.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_79_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-transparent ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Outline:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Apa_Itu_Follow_Up\" >Apa Itu Follow Up?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Kapan_Kita_Perlu_Melakukan_Follow_Up\" >Kapan Kita Perlu Melakukan Follow Up?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Kenapa_Follow_Up_Itu_Penting\" >Kenapa Follow Up Itu Penting?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Contoh_Kalimat_Follow_Up_yang_Efektif\" >Contoh Kalimat Follow Up yang Efektif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Cara_Follow_Up_yang_Baik_dan_Tidak_Mengganggu\" >Cara Follow Up yang Baik dan Tidak Mengganggu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Kesalahan_Umum_Saat_Follow_Up\" >Kesalahan Umum Saat Follow Up<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/follow-up-itu-apa-dan-cara-melakukannya-dengan-benar\/#Related_Posts\" >Related Posts<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Follow_Up\"><\/span>Apa Itu Follow Up?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara harfiah, \u201cfollow up\u201d berasal dari <a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/cara-menyebut-akun-kedua-bahasa-inggris\/\" data-wpil-monitor-id=\"564\">bahasa Inggris<\/a> yang berarti menindaklanjuti. Dalam praktik komunikasi sehari-hari, follow up adalah tindakan lanjutan setelah kita melakukan interaksi awal\u2014bisa berupa pesan, pertemuan, atau pengiriman informasi. Jadi kalau WiseSob bertanya, follow up itu apa, jawabannya simpel: ini adalah cara kita memastikan bahwa percakapan atau proses sebelumnya tidak berhenti begitu saja, dan ada kejelasan lanjutannya.<\/p>\n<p>Contohnya, setelah interview kerja, biasanya kandidat mengirim pesan untuk menanyakan hasilnya sambil mengucapkan terima kasih. Atau, setelah presentasi ke klien, kita menghubungi mereka kembali untuk menanyakan feedback atau keputusan mereka terhadap penawaran kita. Bisa juga dalam urusan sehari-hari seperti mengingatkan teman soal janji yang belum ditepati.<\/p>\n<p>Follow up menunjukkan bahwa kita serius, perhatian, dan bertanggung jawab. Ini bukan sekadar soal ngejar jawaban, tapi tentang menjaga komunikasi tetap hidup dan terarah. Dalam konteks bisnis, ini bahkan bisa jadi penentu apakah kita dianggap profesional atau tidak. Jadi, meski terkesan sepele, follow up punya dampak yang besar, lho.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Kita_Perlu_Melakukan_Follow_Up\"><\/span>Kapan Kita Perlu Melakukan Follow Up?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Melakukan follow up itu nggak bisa asal-asalan, WiseSob. Waktunya harus pas supaya nggak terkesan memaksa atau malah diabaikan. Ada beberapa momen penting di mana follow up sebaiknya dilakukan:<\/p>\n<ul>\n<li>Setelah mengirim proposal atau penawaran bisnis, penting untuk mengecek apakah dokumen sudah diterima dan dibaca.<\/li>\n<li>Setelah interview kerja, biasanya kita tunggu beberapa hari sebelum menanyakan kelanjutannya.<\/li>\n<li>Setelah ada pesan dari customer yang belum direspons lagi, follow up bisa jadi pengingat sopan bahwa kita masih standby membantu.<\/li>\n<li>Setelah janji atau komitmen dibuat tapi belum ditindaklanjuti, follow up bisa bantu memastikan semuanya tetap on track.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Timing adalah segalanya. Kalau terlalu cepat, bisa terkesan agresif. Kalau terlalu lama, bisa-bisa kesempatannya udah lewat. Idealnya, beri jeda 2\u20133 hari setelah komunikasi terakhir sebelum melakukan follow up, kecuali kalau memang ada tenggat waktu mendesak. Dengan begitu, kita tetap menunjukkan itikad baik tanpa bikin orang lain merasa ditekan. Jadi, tahu kapan harus follow up sama pentingnya dengan tahu bagaimana cara menyampaikannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Follow_Up_Itu_Penting\"><\/span>Kenapa Follow Up Itu Penting?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Banyak yang mengira follow up itu cuma soal \u201cmengejar\u201d jawaban, padahal manfaatnya jauh lebih dalam dari itu, WiseSob. Pertama, follow up menunjukkan profesionalisme. Dalam dunia kerja atau bisnis, orang yang rajin follow up terlihat lebih serius, terorganisir, dan niat\u2014bukan tipe yang pasif nunggu nasib. Kedua, follow up bisa mencegah miskomunikasi. Kadang orang lain memang lupa, sibuk, atau pesan kita nyangkut di folder spam. Dengan follow up, kita bantu memastikan pesan awal kita benar-benar diterima dan dipahami.<\/p>\n<p>Ketiga, follow up membuka peluang lebih besar. Misalnya, klien tadinya ragu, tapi karena kamu follow up dengan sopan dan jelas, mereka jadi makin yakin untuk lanjut kerja sama. Keempat, ini adalah salah satu cara menjaga relasi baik. Bukan cuma urusan bisnis, tapi juga hubungan personal bisa tetap hangat karena kita aktif menunjukkan perhatian. Terakhir, follow up memberi kesan bahwa kamu serius dengan komunikasi atau kerja sama yang sedang dibangun. Dalam banyak kasus, perbedaan antara diterima atau ditolak bukan pada penawaran yang diajukan, tapi pada seberapa konsisten dan niat kamu mengikutinya. Jadi, follow up itu soal niat dan usaha, bukan sekadar formalitas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kalimat_Follow_Up_yang_Efektif\"><\/span>Contoh Kalimat Follow Up yang Efektif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_101506\" aria-describedby=\"caption-attachment-101506\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-101506\" src=\"https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi-300x300.jpeg\" alt=\"Contoh pesan follow up yang sopan dan efektif di berbagai konteks komunikasi\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi-300x300.jpeg 300w, https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi-150x150.jpeg 150w, https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi-768x768.jpeg 768w, https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi-12x12.jpeg 12w, https:\/\/wisewebster.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Contoh-pesan-follow-up-yang-sopan-dan-efektif-di-berbagai-konteks-komunikasi.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-101506\" class=\"wp-caption-text\">Dibantu oleh AI &#8211; Contoh pesan follow up yang sopan dan efektif di berbagai konteks komunikasi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sering kali, kendala terbesar saat follow up bukan soal niat, tapi bingung harus mulai dari mana. Biar nggak salah ucap atau terkesan menekan, berikut ini beberapa contoh kalimat follow up yang bisa WiseSob gunakan sesuai dengan konteksnya. Simpel, sopan, tapi tetap to the point.<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th><strong>Situasi<\/strong><\/th>\n<th><strong>Contoh Follow Up<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Interview kerja<\/td>\n<td>\u201cHalo Kak, saya ingin menanyakan progres dari interview saya minggu lalu. Terima kasih sebelumnya ya.\u201d<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penawaran bisnis<\/td>\n<td>\u201cKami ingin memastikan apakah penawaran yang kami kirimkan sudah kamu terima dan terbaca dengan baik. Jika ada pertanyaan, kami siap bantu.\u201d<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Follow up kasual<\/td>\n<td>\u201cHei, cuma mau ngecek apakah kamu sempat lihat pesanku sebelumnya. No rush, cuma pengin pastikan aja \ud83d\ude0a.\u201d<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pemilihan kata sangat penting, apalagi kalau kamu belum terlalu dekat dengan lawan bicara. Jaga nada tetap ramah dan profesional. Jangan lupa sesuaikan gaya <a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/arti-flood-dan-cara-menyikapinya-di-dunia-digital\/\" data-wpil-monitor-id=\"562\">bahasa dengan siapa yang kamu ajak komunikasi<\/a>. Misalnya, dengan HRD tentu lebih formal dibanding ngobrol dengan teman. Dengan contoh-contoh ini, follow up bukan lagi hal yang canggung, tapi justru bisa jadi pintu pembuka untuk interaksi yang lebih positif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Follow_Up_yang_Baik_dan_Tidak_Mengganggu\"><\/span>Cara Follow Up yang Baik dan Tidak Mengganggu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalau mau follow up tapi tetap sopan dan nggak ganggu, ada beberapa hal yang perlu WiseSob perhatikan. Kami menyarankan untuk <em>tunggu waktu yang tepat<\/em>\u2014jangan buru-buru menghubungi kembali hanya satu jam setelah pesan awal. Idealnya, beri jeda 2\u20133 hari agar lawan bicara punya cukup waktu merespons. Selanjutnya, <em>gunakan bahasa yang sopan<\/em>. Hindari kata-kata yang terkesan menuntut, misalnya \u201ckok belum dibalas?\u201d, dan gantilah dengan \u201cingin memastikan apakah pesan saya sebelumnya sudah diterima\u201d.<\/p>\n<p>Kami juga menyarankan untuk <em>jaga nada ramah<\/em>. Walaupun kamu mungkin sudah menunggu lama, tetap penting untuk <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Etika_komunikasi\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">menjaga komunikasi tetap positif<\/a>. Nada bicara yang lembut bisa bikin orang lain merasa lebih nyaman untuk merespons. Terakhir, <em>batasi jumlah follow up<\/em>. Kalau setelah 2 kali menghubungi belum juga ada balasan, lebih baik berikan ruang. Terlalu sering mengirim pesan bisa dianggap <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Spam\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">spam<\/a>, dan bukannya mendekatkan peluang, malah bikin ilfeel.<\/p>\n<p>Dengan mengikuti tips ini, follow up yang kamu lakukan akan terasa lebih elegan, profesional, dan tentunya jauh dari kesan memaksa. WiseSob jadi bisa tetap menjaga komunikasi tanpa harus merasa canggung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesalahan_Umum_Saat_Follow_Up\"><\/span>Kesalahan Umum Saat Follow Up<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun follow up itu penting, bukan berarti bisa dilakukan sembarangan. Banyak orang justru melakukan kesalahan yang bikin pesan follow up mereka diabaikan atau bahkan dicap mengganggu. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang sebaiknya WiseSob hindari:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Terlalu sering mengirim pesan.<\/strong> Niatnya baik, tapi kalau terlalu sering nge-chat bisa bikin orang risih. Sekali dua kali cukup, lebih dari itu bisa dianggap spam.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan nada agresif.<\/strong> Hindari kalimat seperti \u201cKok belum dibalas?\u201d atau \u201cSaya tunggu, ya!\u201d yang terkesan menekan dan tidak sopan.<\/li>\n<li><strong>Tidak memperhatikan waktu.<\/strong> Follow up jam 6 pagi atau tengah malam? Wah, bisa-bisa pesan kamu langsung di-skip. Pastikan kamu menghubungi di jam kerja atau waktu yang pantas.<\/li>\n<li><strong>Tidak memberi konteks.<\/strong> Jangan langsung tanya \u201cGimana?\u201d tanpa menyebutkan topik yang dimaksud. Orang bisa lupa atau bingung dengan percakapan sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh ringan, \u201cFollow up pagi-pagi jam 6? Bisa-bisa dianggap spam sama HRD!\u201d\u2014nah, itu yang perlu dihindari. Follow up seharusnya memberi kesan positif, bukan malah bikin hubungan jadi tegang. Jadi, pastikan kamu bijak dalam caranya juga ya, WiseSob.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Follow up bukan sekadar soal mengejar balasan, tapi tentang etika dan <a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/9-tips-email-perusahaan-kredibilitas-meningkat\/\" data-wpil-monitor-id=\"563\">strategi dalam menjaga komunikasi<\/a> yang sehat dan produktif. Dengan tahu kapan harus follow up, bagaimana menyampaikannya, dan menghindari kesalahan umum, WiseSob bisa membangun kesan yang lebih profesional dan perhatian\u2014baik dalam konteks kerja, bisnis, maupun <a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/pengertian-google-maps-dan-cara-kerjanya-di-kehidupan-sehari-hari\/\" data-wpil-monitor-id=\"561\">kehidupan sehari-hari<\/a>. Kebiasaan ini bisa membuka banyak peluang, menjaga relasi tetap hangat, dan menunjukkan bahwa kamu orang yang serius dan bertanggung jawab. Mulai sekarang, jangan ragu untuk follow up ya, WiseSob. Tapi inget\u2014cara dan timing-nya harus pas!<\/p>\n<style>\r\n.lwrp.link-whisper-related-posts{\r\n            \r\n            margin-top: 40px;\nmargin-bottom: 30px;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-title{\r\n            \r\n            \r\n        }.lwrp .lwrp-description{\r\n            \r\n            \r\n\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-container{\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-multi-container{\r\n            display: flex;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-double{\r\n            width: 48%;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-triple{\r\n            width: 32%;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-row-container{\r\n            display: flex;\r\n            justify-content: space-between;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-row-container .lwrp-list-item{\r\n            width: calc(25% - 20px);\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-item:not(.lwrp-no-posts-message-item){\r\n            \r\n            \r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-item img{\r\n            max-width: 100%;\r\n            height: auto;\r\n            object-fit: cover;\r\n            aspect-ratio: 1 \/ 1;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-item.lwrp-empty-list-item{\r\n            background: initial !important;\r\n        }\r\n        .lwrp .lwrp-list-item .lwrp-list-link .lwrp-list-link-title-text,\r\n        .lwrp .lwrp-list-item .lwrp-list-no-posts-message{\r\n            \r\n            \r\n            \r\n            \r\n        }@media screen and (max-width: 480px) {\r\n            .lwrp.link-whisper-related-posts{\r\n                \r\n                \r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-title{\r\n                \r\n                \r\n            }.lwrp .lwrp-description{\r\n                \r\n                \r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-multi-container{\r\n                flex-direction: column;\r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-multi-container ul.lwrp-list{\r\n                margin-top: 0px;\r\n                margin-bottom: 0px;\r\n                padding-top: 0px;\r\n                padding-bottom: 0px;\r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-double,\r\n            .lwrp .lwrp-list-triple{\r\n                width: 100%;\r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-row-container{\r\n                justify-content: initial;\r\n                flex-direction: column;\r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-row-container .lwrp-list-item{\r\n                width: 100%;\r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-item:not(.lwrp-no-posts-message-item){\r\n                \r\n                \r\n            }\r\n            .lwrp .lwrp-list-item .lwrp-list-link .lwrp-list-link-title-text,\r\n            .lwrp .lwrp-list-item .lwrp-list-no-posts-message{\r\n                \r\n                \r\n                \r\n                \r\n            };\r\n        }<\/style>\r\n<div id=\"link-whisper-related-posts-widget\" class=\"link-whisper-related-posts lwrp\">\r\n            <h2 class=\"lwrp-title\">Related Posts<\/h2>    \r\n        <div class=\"lwrp-list-container\">\r\n                                            <div class=\"lwrp-list-multi-container\">\r\n                    <ul class=\"lwrp-list lwrp-list-double lwrp-list-left\">\r\n                        <li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/7-teknik-analisis-iklan-super-efektif\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">7 Teknik Analisis Iklan Super Efektif<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/10-rahasia-kelebihan-kekurangan-digital-marketing\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">10 Rahasia: Kelebihan &amp; Kekurangan Digital Marketing<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/navigation-adalah-kunci-navigasi-web-yang-efektif\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">Navigation Adalah Kunci Navigasi Web yang Efektif<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/apa-itu-opera-dan-apa-bedanya-dengan-browser-lain\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">Apa Itu Opera dan Apa Bedanya dengan Browser Lain<\/span><\/a><\/li>                    <\/ul>\r\n                    <ul class=\"lwrp-list lwrp-list-double lwrp-list-right\">\r\n                        <li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/11-tools-cek-keamanan-website-keamanan-maksimal\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">11 Tools Cek Keamanan Website, Keamanan Maksimal<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/10-insight-digital-marketing-untuk-umkm\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">10 Insight Digital Marketing Untuk UMKM<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/9-trik-optimasi-mesin-pencari\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">9 Trik Optimasi Mesin Pencari untuk Lipatganda Traffic<\/span><\/a><\/li><li class=\"lwrp-list-item\"><a href=\"https:\/\/wisewebster.com\/en\/hosting-postgresql-terbaik-untuk-web-developer\/\" class=\"lwrp-list-link\"><span class=\"lwrp-list-link-title-text\">Hosting PostgreSQL Terbaik untuk Web Developer<\/span><\/a><\/li>                    <\/ul>\r\n                <\/div>\r\n                        <\/div>\r\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Follow up itu apa? Temukan arti, manfaat, dan cara follow up yang benar agar komunikasi pribadi atau bisnis kamu jadi lebih efektif.<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":101504,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":8,"footnotes":""},"categories":[455],"tags":[],"class_list":["post-101503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-general"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101503"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":102545,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101503\/revisions\/102545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wisewebster.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}